Sabtu, 03 Des 2022
  • Terima kasih kepada SMKN 2 Blora yang telah berkunjung ke SMKN H Moenadi Ungaran

Tingkatkan Disiplin Siswa Melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Self Management

Tingkatkan Disiplin Siswa Melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Self Management

Pendidikan merupakan hal yang penting, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu usaha yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didik atau para siswa dalam menghadapi lingkungan yang selalu berubah-ubah. Atau dengan kata lain, pendidikan ditujukan dalam upaya peningkatan kualitas hidup, baik itu kehidupan pribadi maupun masyarakat, dimana pendidikan tersebut bisa dilakukan di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Di lingkungan sekolah, tentu terdapat banyak anak didik yang masing-masing dari mereka memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Hal tersebut akan berpengaruh pada tingkat kedisiplinan dan ketertiban di sekolah yang harus selalu ditegakkan guna menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar. Untuk itu, sangatlah perlu dibentuk suatu tatanan guna mengatur disiplin maupun ketertiban siswa yang dikenal dengan Tata Tertib Sekolah.

Dalam realitanya, masih banyak siswa yang kurang disiplin dalam melaksanakan tata tertib di sekolah. Salah satu bagian integral dalam pendidikan adalah adanya bimbingan dan konseling di suatu lembaga pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan secara keseluruhan memerlukan perhatian yang serius oleh berbagai pihak khususnya kepala sekolah untuk senantiasa meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya, dan kerjasama berbagai pihak sangatlah diperlukan guna mendidik siswa-siswi agar menjadi manusia yang berkualitas.

Bimbingan dan konseling sendiri memiliki beberapa layanan yang dibisa diterapkan guna meningkatkan kedisiplinan siswa. Salah satu layanan tersebut adalah layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan menggunakan teknik self management. Layanan bimbingan kelompok terdiri dari 9 – 10 peserta kelompok atau siswa. Dengan bimbingan kelompok siswa dapat terbantu dalam pemecahan permasalahan kedisiplinan dengan peserta anggota kelompok lainnya, dalam bimbingan kelompok juga siswa akan mendapatkan solusi dan motivasi untuk meningkatkan kedisiplinan diri.

Self-management adalah suatu proses dimana konseli mengarahkan perubahan tingkah laku mereka sendiri, dengan menggunakan satu strategi atau kombinasi strategi. Konseli harus aktif menggerakkan variabel internal, eksternal, untuk melakukan perubahan yang diinginkan. Walaupun konselor yang mendorong dan melatih prosedur ini, konselilah yang mengontrol pelaksanaan strategi ini. Dalam menggunakan prosedur self management, konseli mengarahkan usaha perubahan dengan mengubah aspek-aspek lingkungannya atau dengan mengatur konsekuensi.

Menurut Sukadji sebagaimana dikutip oleh Annisa bahwa pengelolaan diri (self-management) adalah prosedur dimana individu mengatur perilakunya sendiri. Pada teknik ini individu terlibat pada beberapa atau keseluruhan komponen dasar yaitu: menentukan perilaku sasaran, memonitor perilaku tersebut, memilih prosedur yang akan diterapkan, melaksankan prosedur tersebut, dan mengevaluasi efektifitas prosedur tersebut.

Salah satu teknik yang diterapkan dalam pendekatan behavior adalah self-management. Self-management dalam terminologi pendidikan, psikologi, dan bisnis adalah metode, keterampilan dan strategi yang dapat dilakukan oleh individu dalam mengarahkan secara efektif pencapaian tujuan aktivitas yang mereka lakukan, termasuk di dalamnya goal setting, planning, scheduling, task tracking, selfevaluation, self-intervention, dan self development, selain itu self-management juga dikenal sebagai proses eksekusi (pengambilan keputusan). Self management atau pengelolaan diri adalah suatu strategi pengubahan perilaku yang dalam prosesnya konseli mengarahkan perubahan perilakunya sendiri dengan suatu teknik atau kombinasi teknik teurapetik. Self-management merupakan salah satu model dalam cognitive-behavior therapy. Self management meliputi pemantauan diri (self-monitoring), reinforcement yang positif (self-reward), kontrak atau perjanjian dengan diri sendiri (self contracting), dan penguasaan terhadap ransangan.

Penulis : Rina Rosana, Guru BK SMKN H Moenadi Ungaran

KELUAR