Jumat, 03 Des 2021
  • Terima kasih kepada SMKN 2 Blora yang telah berkunjung ke SMKN H Moenadi Ungaran

Perbedaan Konjungsi Temporal, Kausalitas, dan Penerang

Perbedaan Konjungsi Temporal, Kausalitas, dan Penerang

Apakah Anda masih kesulitan menentukan perbedaan konjungsi dalam sebuah teks? Konjungsi memang memiliki beberapa jenis dan perbedaan konjungsi yang memiliki fungsi masing-masing. Konjungsi atau kata hubung ini kemudian akan berfungsi sebagai penghubung kata-kata, kalimat-kalimat, bahkan paragraf dan paragraf dalam sebuah wacana teks.

Berdasarkan pada fungsinya dalam sintaksis tersebut, maka konjungsi dibagi-bagi lagi menjadi beberapa bagian. Berikut ini jenis-jenis, contoh penerapan, dan perbedaan konjungsi temporal, kaysalitas, dan penerangan.

1. Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal adalah konjungsi atau kata hubung yang berfungsi untuk menghubungkan dua konteks yang berbeda berkaitan dengan waktu. Perbedaan konjungsi pada setiap jenis biasanya dipengaruhi oleh kedudukan fungsinya. Berikut ini jenis-jenis konjungsi temporal beserta contoh penerapannya dalam kalimat:

– Konjungsi Temporal Sederajat

Konjungsi temporal sederjat adalah konjungsi yang biasanya digunakan pada kalimat majemuk setara dan tidak bisa digunakan di awal kalimat. Konjungsi temporal sederjat antara lain adalah kemudian, lalu, sebelumnya, sesudahnya, selanjutnya.

Contoh kalimat dengan konjungsi tenporal sederajat:

Bersihkan kamar tidurmu dulu, kemudian pergilah mandi 

– Konjungsi Temporal Tidak Sederjat

Konjungsi temporal tidak sederajat adalah konjungsi yang biasanya digunakan pada kalimat bertingkat atau bentuk kalimat yang tidak setara. Konjungsi temporal tidak sederajat antara lain adalah apabila, hingga, ketika, bila, sejak, sementara, waktu, saat, sambil, sebelum, demi.

Contoh kalimat dengan konjungsi temporal tidak sederajat:

Ayah akan berangkat kerja, saat matahari mulai terbit di pagi hari

2. Konjungsi Kausalitas

Konjungsi kausalitas adalah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan sebab akibat satu konteks peristiwa dalam sebuah wacana teks. Berikut ini jenis-jenis konjungsi kausalitas beserta contoh penerapannya pada kalinat.

– Konjungsi Kausal Syarat

Konjungsi kausal syarat adalah konjungsi yang berfungsi untuk menyatukan sebab akibat dengam beberapa syarat. Konjungsi kausal syarat antara lain adalah bila, jika, dan kalau.

Contoh kalimat dengan konjungsi kausal syarat:

Jika badan sudah mulai terasa baikan, Anda sudah bisa pulang ke rumah

– Konjungsi Kausal Alasan

Konjungsi kausal alasan adalah konjungsi yang menunjukan alasan atau penyebab dari suatu konteks peristiwa yang akan menimbulkan akibat. Bentuk konjungsi kausal alasan adalah karena.

Contoh kalimat dengan konjungsi kausal alasan:

Tubuhnya sangat ramping karena ia sudah 3 bulan melakukan diet ketat

– Konjungsi Kausal Simpulan

Konjungsi kausal simpulan adalah konjunhsi yang menunjukan kesimpulan dari adanya sebab akibat dalam sebuah konteks peristiwa. Konjungsi kausal simpulan adalah jadi dan demikian.

Contoh kalimat dengan konjungsi kausal simpulan:

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kejadian dilakukan pelaku dengan kesengajaan dan berencana. 

– Konjungsi Kausal Akibat

Konjungsi kausal akibat adalah  konjungsi yang menunjukan akibat sehingga akan menimbulkan sebab. Konjungsi kausal akibat antara lain adalah maka, oleh sebab itu, sehingga, oleh kerena itu.

Contoh kalimat denga konjungsi kausal akibat:

Keadaan curah hujan di daerah Dieng semakin eksterim. Oleh sebab itu, beberapa tempat wisata harus ditutup sementara dalam jangka waktu ini.

– Konjungsi Kausal Untuk

Konjungsi kausal untuk adalah bentuk konjungsi yang menyatakan hubungan sebab akibat dan harus berbentuk akibat. Konjunhsi untuk antara lain adalah agar dan untuk itu.

Contoh kalimat dengan konjungsi kausal untuk:

Siswa-siswa mulai SD SMP dan SMA di minta diam di rumah dan melakukan pembelakaran dari rumah agar terhindar dari penyebaran virus covid-19 yang semakin parah.

3. Konjungsi Penerang

Konjungsi penerang adalah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan masing-masing penjelas dari satu konteks peristiwa. Janis-jenis konjungsi penerang sebagai berikut:

– Konjungsi Aditif

Konjungsi Aditif adalah konjungsi yang berfungsi menghubungkan dua unsur gramatikal, yakni klausa, kalimat, atau paragraf. Konjungsi aditif antara lain adalah dan, lagipula, dan serta.

Contoh kalimat dengan konjungsi aditif:

Makanan masakan ibu hari ini enak dan sehat.

– Konjungsi Disjungtif

Konjungsi Disjungtif adalah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua konteks kalimat yang berlawanan. Konjungsi disjungtif  antara lain adalah entah….entah, baik……baik, dan maupun.

Contoh kalimat dengan konjungsi disjungtif:

Sebenarnya dia adalah orang yang baik, entah di keluraga istrinya maupun keluarganya sendiri.

– Konjungsi Pertentangan

Konjungsi pertentangan adalah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan kalimat yang berkonteks bertentangan. Konjungsi pertengan antara laim adalah sedengkan, sementara itu, sebaliknya, tetapi.

Contoh kalimat dengan konjungsi pertentangan:

Dia adalah orang yang baik di depan atasannya, tetapi tidak di depan bawahannya.

– Konjungsi Final

Konjungsi final adalah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua konteks yang memiliki kandungan kata agar, supaya, dan untuk. 

Contoh kalimat dengan konjungsi final:

Ia melakukan diet ketat agar beran badannya bisa turun dalam waktu yang singkat

– Konjungsi Waktu

Konjungsi waktu adalah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua kalimat yang memiliki konteks dengan keterangan waktu.

Contoh kalimat dengan konjungsi waktu:

pagi hari ayah kerja di kantor swasta dan malamnya ia berjualan nasi goreng di pinggir jalan. 

– Konjungsi Sebab

Konjungsi sebab adalah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungakn dua konteks yang memiliki unsur sebab. Konjungsi sebab antara lain adalah karena, karena itu, sebab, sebab itu.

Contoh kalimat dengan konjungsi sebab:

Ia sangat tampan karena itu ia banyak disukai siswa perempuan di sekolahnya

– Konjungsi Syarat

Konjungsi syarat adalah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua konteks yang memiliki unsur syarat di dalamnya. Konjungsi syarat antara lain adalah asalkan, apabila, jika, dan kalau.

Contoh kalimat dengan konjugsi syarat:

Masyarakat boleh mengunjungi tempat wisata, asalkan mengantongi surat vaksinasi resmi dari pemerintah.

Nah, itulah perbedan konjungsi temporal, kausal, dan penerangan yang Anda ketahui. Tidak sulit bukan? Anda hanya perlu memahami ciri konjungsi tersbut dengan fungsinya dalam kalimat. Jika Anda sudah paham konsep fungsi dasarnya, Anda bisa menggunakan konjungsi tersebut sesuai dengan kebutuhan dan tetap sesuai dengan kaidah bahasa yang benar.

KELUAR